EJAAN

Diposting oleh Dhamar Arif Rahman | Label: | Posted On Sabtu, 16 Maret 2013 at 05.18



EJAAN
A.   Pengertian Ejaan
Mungkin beberapa dari kita sering mendengar kata ejaan. Namun, sedikit sekali yang mengetahui mengenai ejaan itu sendiri. Menurut beberapa sumber , ejaaan adalah suatu keseluruhan sistem penulisan bunyi-bunyi bahasa yang meliputi :
a)      Perlambangan fonem dengan huruf (tata bunyi)
b)      Ketetapan penulisan satuan-satuan bentuk kata dasar, kata ulang, kata majemuk, dan lain sebagainya.
c)       Ketetapan cara menulis kalimat dan bagian-bagiannya dengan mengunakan tanda baca.
Sedangkan menurut Wikipedia bahasa Indonesia, ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata,kalimat,dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandarisasikan dan mempunyai makna. Ejaan bisanya memiliki 3 aspek yaitu :
a)      Aspek fsiologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusun abjad.
b)      Aspek morfologis ang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis
c)       Aspek sintaksis yang mnyangkut penanda ujaran berupa tanda baca

B.   Macam-macam Ejaan

1.       Ejaan Van Ophuijsen
Ejaan Van Ophuijsen disebut juga ejaan Balai Pustaka.Masyarakat pengguna bahasa menerapkannya sejak tahun 1901 sampai 1947.Ejaan ini merupakan karya Ch. A. Van Ophuijsen, dimuat dalam Kitab Logat Melayoe(1901).Ejaan ini digunakan untuk menulis kata-kata Melayu menurut model yang dimengerti oleh orang Belanda, yaitu menggunakan huruf Latin.
Ciri-ciri ejaan Van Ophusyen :
·         Huruf /U/ ditulis /OE/.
·         Koma Hamzah /K/ ditulis denga tanda /’/ pada akhir kata. Misal : bapa’ , ta’.
·         Jika pada suatu kata berakhir dengan huruf /A/ mendapat akhiran /I/, maka diatas akhiran itu diberi tanda trema /”/.
·         Huruf /C/ yang pelafalannya keras diberi tanda /’/ diatasnya.
·         Kata ulang diberi angka 2, misalnya janda2.
·         Kata majemuk dirangkai ditulis dengan 3 cara  :
o   Dirangkai menjadi satu, misalnya : hoeloebalang, apabila/, dsb.
o   Dengan menggunakan tanda penghubung, misalnya : Rumah-sakit.
o    Dipisahkan , misalnya : anak-negeri.

2.       Ejaan Republik /Ejaan Suwandi
Ejaan Republik atau Ejaan Suwandi, adalah ketentuan ejaan dalam bahasa Indonesia yang berlaku sejak 17 Maret 1947. Ejaan ini kemudian juga disebut dengan nama Ejaan Suwandi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kala itu. Ejaan ini menganti ejaan sebelumnya , yaitu Ejaan Van Ophuijsen.
Ciri khusus Ejaan Republik/ Suwandi :
·         Huruf /oe/ dalam ejaan Van Ophusyen berubah menada /u/.
·         Tanda trema pada huruf /a/ dan /i/ dihilangkan.
·         . Koma ain dan koma hamzah dihilangkan. Koma hamzah ditulis dengan /k/ misalanya kata menjadi katak.
·         Huruf /e/ keras dan /e/ lemah ditulis tidak menggunakan tanda, misalnya ejaan, seekor, dsb.
·         Penulisan kata ulang dapat dilakukan dengan dua cara.
Contohnya :
o   Berlari-larian
o   Berlari2-an
·         Penulisan kata majemuk dapat dilakukan dengan tiga cara

Contohnya :

o   Tata laksana
o   Tata-laksana
o   Tatalaksana
·         Kata yang berasal dari bahasa asing yang tidak menggunakan /e/ lemah (pepet) dalam bahasa Indonesia ditulis tidak menggunakan /e/ lemah, misalnya : /putra/ bukan /putera/, /praktek/ bukan /peraktek/, dsb.

3.       Ejaan Malindo
Ejaan Malindo (Melayu-Indonesia) adalah suatu ejaan dari perumusan ejaan melayu dan Indonesia. Perumusan ini berangkat dari kongres Bahasa Indonesia tahun 1954 di Medan, Sumatera Utara. Ejaan Malindo ini belum sempat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari karena saat itu terjadi konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia.
4.       Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) merupakan penyempurnaan dari ejaan-ejaan sebelumnya. EYD diresmikan pada saat pidato kenegaraan memperingati HUT Kemerdekaan RI XXVII, 17 agustus 1972. Kemudian dikukuhkan dalam Surat Keputusan Presiden No. 57 tahun 1972. EYD ini hasil kerja panitia ejaan Bahasa Indonesia yang dibentuk tahun 1966.
Ciri khusus Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) :
·         .Perubahan huruf /j/, /dj/, /nj/, /ch/, /tj/, /sj/ pada ejaan Republik menjadi /y/, /j/, /ny/, /kh/, /c/, /sy/.

Contoh :
o   Jang yang
o   Djadi jadi
o   Njonja nyonya
o   Chabar khabar
o   Tjepat cepat
o   Sjarat syarat

·         Kata ulang ditulis dengan satu cara yakni menggunakan tanda hubung (tidak diperkenankan menggunakan tanda angka /2/)

Contoh :
o   Besar2 Besar-besar
o   Se-besar2-nya sebesar-besarnya
o   Sayur2-an sayur-sayuran

Penulisan kata ulang dengan menggunakan angka /2/ hanya diperkenankan pada tulisan cepat atau notula.

·         Penulisan kata majemuk harus dipisahkan dan tidak perlu menggunakan tanda hubung.

Contoh :
o   Duta-besar duta besar
o   Kaya-raya kaya raya
o   Tata-usaha tata usaha

·         Gubangan kata yang sudah dianggap senyawa (satu kata) ditulis serangkai. Contohnya : Assalamualaikum, hulubalang, dsb.
·         Kata ganti ku, mu, kau, dan nya ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Contohnya : kumiliki, dipukul, barangmu, pacarku, dsb.
·         Kata depan di dan ke ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

·         Contohnya :
o   di Surabaya bukan disurabaya
o   ke sini bukan kesini
o   di sini bukan disini
·         Partikel pun terpisah dari kata yang mendahuluinya, kecuali pun yang menjadi kelompok kata.
Contohnya :
o   Kapan pun aku tetap menantimu. Meskipun demikian aku tak akan marah (meskipun adalah kelompok kata)
·         Penulisan kata si dan sang dipisah dari kata yang mengikutinya.

Contohnya :
o   Si penjual bakso bukan sipenjual bakso
o   Sang pujangga bukan sangpujangga

·         Partikel per berarti tia-tiap dipisah dari kata yang mengikutinya.

Contohnya :
o   Per orang bukan perorang
o   Per lembar bukan perlembar


Daftar Pustaka

Lari : A Zombie Tale

Diposting oleh Dhamar Arif Rahman | Label: , | Posted On Rabu, 09 Januari 2013 at 06.00


Lari : “A Zombie Tale”

“Kapten !! mereka ada dimana mana sekarang !! apa yang harus kita lakukan kapten ??!!!”, terdengar suara seorang perwira muda, ia sedang panik menunggu perintah selanjutnya dari kapten mereka. Mereka terjebak di sebuah ruangan yang terlihat seperti bekas ruangan laboratorium dari sebuah rekayasa genetika virus. Sang kapten tidak bisa berkata apa apa, karena takutnya akan kematian yang dalam hitungan menit ataupun detik siap kapan saja menjemputnya. Mereka ada berlima , mereka semua masih muda berkisar 20-25 tahun. “PLAK !!!” tangan seorang perwira perempuan menampar kaptennya, tamparannya tidak kalah berisik dibandingkan desingan peluru tentara yang lain.
“SADAAAAR KAPTEEEEN SADAAAAAR !!! NASIB KAMI SEMUA ADA DI TANGANMU KELUARKAN KAMI DARI SI….. !!!” si perwira perempuan berteriak, namun belum sempat dia menyelesaikan kata-katanya sesosok manusia , yang mereka sebut dengan “crazy” langsung mengambil si perempuan dan memakannya. Si kapten tersadar dan terlihat panic , si kapten langsung mengambil senapan si perempuan yang terjatuh dan menembakk setiap “crazy” yang mendekatinya langsung ke kepala. Kapten tidak dapat mengontrol dirinya sendiri, dia menembakkan segala peluru ke penjuru ruangan tersebut, anak buahnya segera berlindung, konsentrasi mereka terpecah, dan bingung menentukan pilihan, menghambat para “crazy” untuk memasuki ruangan tersebut atau segera membunuh si kapten, lalu perwira beranama ari langsung menembak si kapten di tempat, kapten langsung mati terkena tembakan di kepala, tanpa pikir panjang mereka berdua lari menuju sebuah ruangan yang teryata adalah sebuah tempat penyelamatan mirip bunker, belum sempat mereka masuk kedalam bunker tersebut, salah satu dari mereka tertangkap oleh para “crazy” yang kelaparan.  Ari kaget dan langsung cepat cepat masuk ke bunker tersebut dan menutup pintunya dari dalam.
Suara deru napas ari terdengar , ari tidak dapat menyembunyikan ketakutannya, 2 tahun lalu semuanya begitu sempurna baginya, kekasih yang begitu mencintainya, orang tua yang begitu saying padanya, dan dia diterima masuk tentara RI, suatu pekerjaan yang amat sangat di idam idamkannya dari kecil. Namun sekarang ? dia terjebak di sebuah bunker gelap gulita, dengan sekelompok “manusia” kanibal yang siap menunggu dirinya diluar.
“SIAAAL !!” pikirnya …
“ seharusnya aku tidak usah mengikuti misi bodoh ini, mencari sampel di sebuah lab rahasia, yang bahkan tak ada seorang pun yang tau bentuk dari sampel tersebut” . Ari tetap waspada, dia menghidupkan lampu di senjatanya, dan memeriksa keadaan bunker sampai dia yakin bahwa dia seorang diri disana. Tak lama ketika dia menelusuri lorong bunker tersebut, dari kegelapan tak sengaja lampu senjatanya menyorot sepasang mata yang bersinar terkena pantulan cahaya, tak salah lagi itu “crazy” pikirnya, “SETAAAAAAAAN !!!” ari memberondong tembakan kearah “crazy” tersebut, namun gerekannya begitu cepat, sosok misterius itu mundur kearah kegelapan yang lebih gelap, ari berlari mengejarnya, tibalah dia di penghujung suatu ruangan, tak ada pintu lain selain pintu tersebut. Pada pintu tersebut tertulis “LAB DARURAT”. Ari masuk dan menemukan crazy tersebut sudah tidak ada lagi. Ari bingung dan bertanya Tanya dimana dia gerangan. Ari maju kedepan makin maju dan maju, sesaat kemudia crazy tersebut terjun dari atas dan menimpanya. Dengan posisi crazy tersebut diatasnya ari pun tidak dapat bergerak lagi, crazy tersebut menggigit bahu kanannya dan ari berteriak sangat keras “AAAARRRGGGGGH BRENGSEEEEEK !!!!” ari mengambil pisau yang ada di paha kirinya dan menancapkan pisau tersebut tepat di kepala carzy tersebut. Crazy tersebut kesakitan dan berguling guling di atas lantai bunker yang dingin, dan kemudian tidak bergerak kemudian mati.
Ari yang masih syok akan kejadian tersebut akhirnya segera merapat kearah tembok terdekat ditengah kegelapan. Tanpa sengaja ari menghidupkan menghidupkan sebuah computer yang sudah berdebu, dan tampak dilayar tersebut sebuah tulisan
“JANGAN BUNUH MAKHLUK YANG ADA DI BUNKER INI APAPUN YANG TERJADI JANGAN BUNUH, KARENA DIA SATU SATUNYA HARAPAN MANUSIA. DIDALAM TUBUHNYA TERDAPAT VIRUS YANG MENJADI HARAPAN KITA SATU SATUNYA, VIRUS INI BERBEDA APABILA INANGNYA MATI, MAKA VIRUS TERSBUT JUGA IKUT MATI BAWA SAMPEL MAKHLUK TERSEBUT DAN PERIKSA”
Ari tak percaya apa yang baru saja di lakukannya, dia terjatuh dia berteriak tak terpacaya atas apa yang di lakukannya, sesaat kemudian dia melihat sebuah cahaya, cahaya itu berasal dari senapannya. Ari melangkah dengan perlahan-lahan dengan tatapan kosong, dia mengambil senapan itu dan …….

THE END.

6 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5 cm

Diposting oleh Dhamar Arif Rahman | Label: | Posted On at 05.46



Menggunakan celana jeans

Jeans, jika terkena air, akan menjadi sangat berat. Keringnya pun memakan waktu lama. Belum lagi saat di packing akan tidak efisien karena terlalu besar.

Mendaki gunung-gunung Indonesia yang notabene adalah hutan hujan tropis, tentu akan selalu bertemu dengan cuaca lembab dan hujan. Pakaian yang basah dan tidak lekas kering bisa mempersulit pergerakan, menyebabkan kedinginan hingga hipotermia, dan akan menambah berat beban yang sudah pasti berat.
Sebaiknya, gunakan celana yang terbuat dari bahan seperti polyster. Selain ringan, bahan tersebut juga cepat kering jika basah. Lebih baik lagi gunakan bahan yang bisa tahan air tetapi tetap breathable, walaupun mungkin dengan harga yang cukup mahal.

Menurut saya, film 5cm ingin tetap terlihat ‘fashionable’ sehingga penggunaan jeans lebih diminati. Ah, tetapi film-film adventure super keren seperti vertical limit atau 127 hours tetap menggunakan peralatan lengkap dan standar kok. Eh tapi katanya ini film tentang persahabatan ya
Tidak membawa air yang cukup

Ini adegan yang cukup aneh. Gila lebih tepatnya. Saat tiba di kalimati, mereka malah meminta air kepada pendaki lain. Satu setengah liter air untuk berenam, dan mereka langsung naik ke Arcopodo!

Padahal, sumber mata air terakhir ya di kalimati itu. Saya sendiri waktu naik ke puncak membawa dua liter air untuk masing-masing orang.

Oh, porter-nya lupa di shoot mungkin hehe.
Backpack/carrier yang terlihat sangat ringan

saat adegan di stasiun senen ini. mereka masing-masing muncul dengan backpack-nya yang terlihat kempes. Tas nya genta masih terlihat gulungan matras-nya yang melompong.

Dan, yang membuat saya tertawa adalah adegan Ian berlari mengejar kereta dengan membawa carrier besar dan satu kerdus indomie! Hebat banget tenaganya bro
Terlalu memaksakan diri untuk pendaki pemula

Genta adalah seorang leader pendakian yang sangat ceroboh dan mengambil resiko terlalu besar.

Dengan membawa teman-temannya yang baru pertama kali naik gunung, ia langsung mengambil jalan menjuju kalimati, tanpa istirahat terlebih dahulu di Ranu Kumbolo.

Memang, dari ranupane (basecamp awal) ke ranu kumbolo hanya 4 jam, pun demikian dari ranukumbolo ke kalimati. Tapi, malam harinya mereka kan menempuh perjalnan ke puncak. Sekuat apapun, melakukan perjalanan dengan jalan kaki lebih dari enam jam menanjak dalam satu hari adalah penyiksaan
Informasi yang kurang tepat

“Kalo hujan abu begini apa kita boleh ke puncak, pak?” tanya riani ke salah satu pendaki di kalimati.

“Oh, boleh-boleh saja. Ini normal. Tapi jam 9 harus kembali ya,” ujar pendaki tersebut.

Kabarnya, setelah siang datang, awan beracun wedhus gembel akan mengarah ke area puncak mahameru mengikuti arah angin. Ini tidak sepenuhnya salah. Tapi, setelah perbincangan saya dengan pak Sinambela petugas taman nasional, angin bisa berubah kapan saja tanpa mengenal waktu. Saya sendiri mengalaminya di tengah perjalanan ketika naik ke puncak saat jam tiga pagi. Bau belerang tercium keras dan awan dari kawah terlihat hampir di atas kami. Setelah menunggu satu jam, arah angin baru berubah kembali.
Berenang di Ranu Kumbolo

Jelas-jelas tertulis di peraturan pendakian, dan juga papan larangan disana. DILARANG BERENANG DI RANU KUMBOLO.

Pernah ada kejadian orang yang tenggelam di Ranu kumbolo ini. Pokoknya, keselematan itu yang utama. Tidak usah merasa sok-sok jagoan kalau digunung, atau dimanapun.

Banyak pro dan kontra yang timbul setelah munculnya film 5cm ini. Tidak mungkin juga membendung keinginan orang-orang yang akan naik ke semeru. Juga tidak mungkin melarang mereka naik, gunung ini milik kita bersama kok.

Menurut saya, pemeriksaan standar keamanan pendakian di taman nasional harus diperketat untuk mencegah para “pendaki 5cm” ini mendaki jika standard peralatan mereka belum memadai. Walaupun ini sulit sekali dalam prakteknya.

Nah, tugas kita lah sebagai orang yang lebih paham. Para pendaki, mapala, klub-klub pendaki, atau siapapun untuk memberi arahan tentang pendakian yang baik dan benar. Entah itu menulis blog, membuat pelatihan, atau sekedar sharing di warung kopi. Apapun itu, yang penting bagikanlah ilmu-ilmu mendaki yang benar sehingga semeru atau gunung-gunung lainnya akan lebih terjaga.

sumber