MOON

Diposting oleh Dhamar Arif Rahman | Label: | Posted On Senin, 19 November 2012 at 20.54




Sutradara: Duncan Jones
Pemain: Sam Rockwell, Kaya Scodelario, Benedict Wong, Matt Berry
Tahun Rilis: 2009

KETIKA film-film sci-fi komersial masa kini lebih mengedepankan keheboh-hebohan ketimbang science-nya (semacam "Transformer"), "Moon" muncul mengembalikan kembali makna "fiksi ilmiah" ke artian hakiki. "Moon" mengingatkan kembali akan feel-feel sci-fi hakiki yang diembang "Alien," "2001: A Space Odyssey," dan film-film sejenisnya. Kalau boleh saya berkata, film semacam ini lah yang benar-benar true science fiction.
Seperti istilahnya, science fiction, yang terdiri dari dua huruf "science" dan "fiction," genre ini bisa dibagi menjadi dua kelompok utama: kelompok yang lebih menitik beratkan fiksi-nya dan kelompok yang lebih mengkaju sains-nya. Paham kan kenapa saya menyebut film-film setipe "Moon" ini dengan istilah true science. Karena, terlepas dari fiksinya, benar-benar ada kondisi yang bisa dikaji di dalamnya. Stanley Kubrick punya istilah sendiri untuk kelompok ini: "scientific realism."
Bukan berarti film-film sci-fi yang lebih mengedepankan fiksi-nya adalah kelompok buruk lo! Faktanya film-film dari kelompok ini lah yang mendominasi genre sci-fi secara umum. Ada juga contoh film yang bagus dari kelompok ini, misalnya "Star Wars" atau "Back to Future."
Moon mengambil latar masa depan ketika manusia sudah mampu menghasilkan sebuah sumber energi baru yang lebih efektif dan efisien. Sumber energi ini dipasok oleh perusahaan Lunar Industries dari Bulan. Ada sebuah pangkalan di Bulan yang dinamai "Sarang" (dalam bahasa Korea yang artinya cinta dan dalam bahasa Melayu/Indonesia artinya sarang/kandang), dari pangkalan ini lah sumber energi itu dipasok. 

 



Pangkalan ini hanya diurus oleh seorang pria, Sam Bell (Sam Rockwell), yang dikontrak kerja tiga tahun. Satu-satunya yang menemani Sam di Sarang hanyalah asisten robot yang dinamai GERTY. Film ini dimulai di hari-hari terakhir kontrak Sam. Jelas sekali Sam sudah amat sangat rindu dengan keluarganya di Bumi.
"Moon" banyak memetik beberapa inspirasi dari "2001: A Space Odyssey." Design interior Sarang cukup mengingatkan dengan pesawat luar angkasa di "2001: A Space Odyssey." Dan GERTY, juga mengingatkan dengan HAL 9000 di "2001: A Space Odyssey." Bedanya, kalau di "2001: A Space Odyssey" Dr. David dan Dr. Frank melaksanakan tugas berdua di pesawat luar angkasa, Sam bisa dibilang benar-benar seorang diri di Bulan.
Untuk sisi thriller-nya, "Moon" bisa dikelompokkan ke dalam genre "paranoia thriller." Thriller-thriller semacam ini biasanya menyoroti ketegangannya dari sisi paranoid (sesuai dengan istilahnya). Dan paranoia yang disoroti di "Moon" tidak lain adalah usaha Sam mempertahankan "kewarasannya" dan "kemanusiaannya." Jelas sekali hidup sebatang kara bukan lah hal yang gampang. Banyak tekanan-tekanan psikologis yang pasti bakal di rasa. Bukankah salah satu hakikat manusia adalah makhluk sosial? Sudah jelas logikanya bahwa Sam, yang dikontrak melakukan pekerjaan di Bulan, tidak mungkin asal dipilih begitu saja. Ada prosedur-prosedur tertentu yang harus dilakukan pihak Lunar sebelum memilih Sam. Dan kalau Sam terpilih, sudah pasti dia memang kandidat yang dinyatakan siap baik fisik maupuk psikis. Berbagai cara dilakukan Sam untuk menjaga kewarasan dan kemanusiaannya, mulai dari menyusun maket, bercocok tanam, ngobrol dengan GERTY, sampai kirim-kiriman pesan video ke keluarganya di bumi. Tapi apakah semua usahanya tersebut serta merta meletakkan kewarasan dan kemanusiaannya dalam posisi aman? Sam punya teman ngobrol di Sarang, tapi teman ngobrol-nya jelas bukan manusia.

Pendapat saya , film moon mengajarkan kepada kita betapa pentingnya arti dari sebuah keluarga. Betapa Sam Bell ingin segera pulang ke bumi, untuk bertemu dengan istri dan anak yang sangat dicintainya, dan mengajarkan kepada kita betapa hidup sebatang kara sangat sulit untuk dilakukan oleh manusia. Dari sisi visual effect , sebenarnya tidak terlalu penuh dengan efek visualisasi computer, visual effect di film moon sama saja dengan visual effect pada film 2001: A Space Odyssey , dimana hanya membutuhkan teknik pengambilan kamera yang mumpuni dari sang cameramen. Dan tokoh GERTY mengingatkan saya kepada robot HALL 9000. Dan akting dari Sam Rockwell dapat diacungi jempol karena begitu baik dalam menggambarkan seorang manusia yang frustrasi hidup sendirian.













7 HAL SALAH KAPRAH TENTANG HIPERTENSI

Diposting oleh Dhamar Arif Rahman | Label: | Posted On Kamis, 15 November 2012 at 06.02


Hipertensi merupakan bahasa medis yang menggambarkan keadaan tekanan darah arteri di atas normal. Tekanan darah sendiri adalah gaya atau tahanan dari dinding pembuluh darah arteri yang diukur ketika jantung mendistribusikan darah keseluruh tubuh. Ada dua jenis tekanan darah yakni tekanan darah sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik menggambarkan tekanan dinding pembuluh darah arteri saat darah dipompa dari jantung ke seluruh tubuh. Sedangkan tekanan diastolik menggambarkan tekanan dinding pembuluh darah arteri saat darah kembali ke jantung. Biasanya tekanan darah disebutkan dalam bentuk angka, tekanan darah sistolik (TS) per tekanan darah diastolik (TD) misal 110/70.

JNC 7 adalah sebuah komite yang terdiri dari para ahli hipertensi. Mereka melakukan penelitian tekanan darah dan mempublikasikan pedoman diagnosis serta terapi terbaru hipertensi. Kategori tekanan darah terbaru yang saat ini dipakai adalah sebagaimana gambar berikut:



Dalam masyarakat kita terdapat cukup banyak salah kaprah mengenai darah tinggi. Salah kaprah ini justru menimbulkan miss diagnosis hingga gagal terapi. Banyak penderita hipertensi yang gagal terapi pada akhirnya menimbulkan komplikasi berbagai organ. Berikut salah kaprah hipertensi yang sering saya temui di masyarakat:

1. Tekanan darah di bawah sama dengan 140/90 masih dianggap normal
menurut JNC 7 tekanan darah dikatakan normal bila tekanan sistolik <120 dan tekanan diastolik <80. Jadi tekanan darah 120/80 saat ini sudah tidak termasuk normal melainkan termasuk kategori prehipertensi. Prehipertensi belum membutuhkan terapi obat, hanya dianjurkan pola hidup sehat

2. Usia > 40 tahun atau yang orang tua jika tensinya tinggi masih di anggap normal
pernyataan ini sering saya temui di praktek umum atau di rumah sakit. Manusia dewasa berapapun usianya dari 18 tahun - 120 tahun tekanan darah yang normal adalah <120/<80. Jadi tidak tepat apabila ada seorang kakek / nenek yang tekanan darahnya 140/90 tidak mendapatkan terapi.

3. Remaja atau dewasa muda (usia 25-35 tahun) tidak terkena penyakit hipertensi
Remaja berusia 18 tahun pun sudah ada yang terkena hipertensi. Bahkan sudah ada beberapa kasus usia 25 tahun meninggal karena stroke. Saat ini angka kejadian hipertensi sudah menghantui usia remaja tidak hanya orang tua. Hal ini jelas dipengaruhi pola hidup tida sehat seperti sering mengkonsumsi makanan tidak sehat, kurang gerak, merokok dan stress.

4. Obat penurun darah tinggi hanya diminum kalau muncul gejala saja
Hal ini jelas tidak tepat, obat penurun darah tinggi atau obat anti hipertensi harus diminum seumur hidup. Banyak penderita yang berhenti minum obat ketika keluhan hilang (umumnya mengeluh sakit kepala). Padahal ketika obat tidak diminum tekanan darah akan kembali tinggi dan bisa menyebabkan kerusakan organ seperti otak, jantung dan ginjal. Jika ada kesulitan meminum obat, konsultasikan ke dokter anda. Saat ini sudah banyak pilihan obat anti hipertensi untuk memudahkan penderita hipertensi.

5. Obat darah tinggi harganya mahal
Siapa bilang? mungkin iya jika obat yang diberikan adalah obat paten. Captopril (salah satu anti hipertensi yang paling terkenal) harga satu keping (10 tablet) 5000 rupiah. Untuk pasien JAMKESMAS sudah dijamin pemerintah, tinggal minta gratis di puskesmas, so sudah tidak alasan untuk tidak berobat Description: http://kkcdn-static.kaskus.co.id/images/smilies/sumbangan/15.gif

tips : jika diresepkan obat paten oleh dokter anda, untuk selanjutnya tinggal beli obat generiknya, soalnya harga obat generik jauh lebih murah. Biasanya pada kemasan obat paten yang diresepkan ada nama generiknya, anda tinggal beli di apotik, tapi anda harus tetap kontrol ke dokter ya Description: http://kkcdn-static.kaskus.co.id/images/smilies/sumbangan/15.gif

6. Timun dapat mengobati hipertensi
Timun secara empirik (baca: turun-temurun) memang dapat menurunkan tekanan darah. Walaupun belum banyak penelitian yang membahas efektivitas timun dalam menurunkan tekanan darah. Seberapa banyak yang harus dimakan dan berapa kali sehari juga belum diketahui secara pasti. Lagi pula banyak penderita yang merasa eneg apabila harus terus menerus mengkonsumsi timun. Sebaiknya gunakan obat anti hipertensi (yang diresepkan dokter anda) dengan dosis yang tepat dan sudah terbukti efektif mengontrol tekanan darah

7. Hipertensi dapat disembuhkan
Ini bukan berita buruk..hipertensi memang tidak dapat disembuhkan tapi bisa terkontrol caranya dengan modifikasi gaya hidup dan minum obat teratur. 90% penyebab hipertensi adalah idiopathic atau bahasa kerennya belum bisa dijelaskan. Tetapi dicurigai faktor pemicunya adalah faktor keturunan dan gaya hidup tidak sehat seperti kurang aktivitas, merokok, makan yang tidak sehat dan stress.

Buat anda yang mempunyai faktor resiko keturunan (anggota keluarga ada yang hipertensi), sebaiknya harus lebih hati-hati, mari modifikasi gaya hidup, yang masih merokok? berhenti total! yang malas gerak? daftar fitnes atau ikut senam, yang suka makan junk or fast food? belajar makan sayur dan buah ya.. yang suka stress?? perbanyak ibadah nya

sekian sedikit info dari saya, semoga bisa memberi manfaat bagi yang membacanya.


Tahukah Anda: Matematika Halal/Haram | 5 + 3 = -2

Diposting oleh Dhamar Arif Rahman | Label: | Posted On at 05.58


Apa yang aneh dari matematika di atas? Bagaimana mungkin 5 + 3 hasilnya jadi minus 2? Bukankah harusnya 8?

Betul, kalau jadi 8, itulah matematika manusia. Matematika yang biasa saja. Ada matematika lain yang harusnya kita kenal. Yakni, matematika halal haram.

Jika pendapatan saudara yang terdiri atas gaji, honor, dan pemasukan lainnya senilai Rp 3 juta, lalu masuk yang haram Rp 5 juta, sesungguhnya ia bukan bertambah. Tapi, minus, yakni minus Rp 2 juta.

Bila tiap bulan minus Rp 2 juta, maka dalam setahun akan menjadi minus Rp 24 juta. Dan, kalau terus-terusan minus Rp 2 juta maka selama 10 tahun menjadi Rp 240 juta. Sebuah angka yang sangat besar.

Mengapa nggak ketangkep? Apakah nggak ada yang berani?
Itu belum dihitung dari minus-minus lain dari perbuatan kita; shalat yang nanti-nanti, lisan yang suka berbohong, pikiran 
yang suka kotor,dan hati yang kerap dengki. Tabung keburukan kita bisa-bisa jauh lebih banyak ketimbang kebaikan. Ketidakseimbangan ini pada kemudian hari pasti akan menimbulkan banyak kekacauan dan bencana buat dirinya, kehidupannya, rumah tangganya, dan sekelilingnya.


Kalau Allah menarik kembali yang minus tadi dalam bentuk rupiah, aset, harta benda, masih tak mengapa. Misalnya, Rp 24 juta itu (setahun) jadi motor. Motor dipakai sama anak, tiba-tiba kecelakaan. Lalu, motornya hancur, tapi anak tak terluka. Maka, itu benar-benar karena kebaikan Allah.

Allah hanya mengambil impas saja.Tapi, siapa yang melakukan matematika haram, lalu dosanya impas? Apakah setara saja dengan Rp 24 juta tadi? Nggak. Sebab, akan dihitung semua kelakuan yang menyertai. Dosa langkah kaki, dosa tangan, dosa mata, dan lainnya. Semua yang belum selesai di dunia ini diperhitungkan di akhirat nanti.

Tapi, okelah. Manusia sekarang memang tidak memikirkan tentang akhirat. Sebab, tidak tahu, tidak belajar, tidak paham, atau memang sudah mati rasa. Nah, saya tadi bilang, kalau diambil lagi harta haram, masih tak apa. Yang masalah, kalau sejak di dunia ini, Allah mengambil dengan cara yang lain. Yang diambil adalah anaknya, misalnya.

Motor yang kecelakaan itu tidak apa-apa, justru anak yang meninggal! Itu adalah siksaan tersendiri buat mereka-mereka yang sadar bahwa motor itu motor haram, yang mengantarkan pada hilangnya nyawa anak. Benar-benar hati yang mati yang sudah dicabut rasa jika tidak ada rasa sesal. Allah jahatkah? Pembahasannya nanti. Saya cicil. Insya Allah.

Okelah, motor sama anak tidak diambil. Tapi, Allah konversi menjadi penyakit? Minus Rp 24 juta dalam setahun, itu setara dengan serangan jantung pertama. Yang kalau diteruskan, jantungnya bisa bermasalah beneran. Tulisan ini buat introspeksi saya dan mereka yang mau introspeksi.

Sekarang, bayangkan jika minusnya miliaran? Jika harta sudah tidak sanggup membayar minusnya sebab sudah menggelembung dan membesar. Maka, efeknya akan ke mana-mana. Galaulah jadinya dan hilang ketenangannya. Apalagi, kalau sampai kematian telah tiba tanpa sempat bertaubat? Maka..., Wallahu a'lam.

Kutipan Kolom Hikmah, Ustadz Yusuf Mansyur. Republika.co.id

sumber