PERAN PEMERINTAH DALAM PEREKONOMIAN DAN SISTEM BISNIS

Diposting oleh Dhamar Arif Rahman | | Posted On Senin, 23 April 2012 at 06.54


PERAN PEMERINTAH DALAM PEREKONOMIAN DAN SISTEM BISNIS

Sistem perekonomian ada dua yaitu system kapitalis dan system sosialis. Sistem perekonomian kapitalisme yang murni menghendaki adanya kebebasan individu yang mutlak dan tidak membenarkan pengaturan ekonomi oleh pemerintah. Kecuali dalam hal-hal yang tidak dapat diatur sendiri oleh para individu. Sedangkan dalam system perekonomian sosialis, menghendaki semua aktivitas ekonomi adalah tanggungjawab pemerintah. Oleh karena itu, peranan pemerintah dalam system perekonomian sosialis sangat besar.
Kedua system tersebut masing-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan. Pada masa sekarang ini tidak tampak ada system kapitalis atau system sosialis murni yang berlaku dalam perekonomian. Tetapi system perekonomian yang berlaku sekarang merupakan system perekonomian yang bersifat campuran antara system perekonomian kapitalis dan sosialis.
Tujuan dari  pembangunan ekonomi adalah mencapai tingkat kemakmuran yang lebih tinggi. Dalam mencapai tujuan tersebut pemerintah dapat ikut campur baik secara aktif maupun pasif. Proses pemupukan cadangan atau capital stock dilakukan pemerintah dengan melakukan perencanaan ekonomi makro dengan menetapkan target-target pembangunan di sektor riil, fiskal dan moneter. Target tersebut dirumuskan dengan memperhatikan system ekonomi, partisipasi pelaku ekonomi, sumber pendanaan, dan berbagai kebijakan ekonomi yang diperlukan.
Menurut kaum klasik mengatakan bahwa yang penting bagi Pemerintah adalah tidak mengerjakan aktivitas – aktivitas yang telah dikerjakan oleh para individu, entah itu baik atau jelek , tetapi Pemerintah hendaknya mengerjakan aktivitas – aktivitas yang sama sekali tidak / belum pernah dikerjakan oleh sector swasta baik secara perorangan maupun bersama – sama.
Menurut Adam Smith( klasik ) , Pemerintah memiliki 3 fungsi yaitu :
1.       Fungsi pemerintah untuk memelihara keamanan dalam negeri dan pertahanan.
2.       Agar warganegara dapat melakukan kegiatan usaha dengan tenang dan nyaman
3.       Fungsi pemerintah untuk menyelenggarakan peradilan.
4.       Agar setiap warga memiliki hak dan kewajiban yang sama
5.        Fungsi pemerintah untuk menyediakan barang-barang yang tidak disediakan.
6.       Agar warga negara mendapat kemudahan-kemudahan dalam menjalankan kegiatan usaha.







Tentang barang Publik
Barang publik merupakan barang, jasa, atau sistem yang harus disiapkan oleh pemerintah dalam rangka memberikan pelayanan kepada warga negaranya
Contoh barang publik:
Ø    infrastruktur, seperti jalan raya, jembatan, pelabuhan, dll
Ø    sistem pertahanan keamanan
Ø    sistem peradilan

Pengadaan barang publik dapat dilakukan oleh pemerintah atau perusahaan
Pemerintah dapat mengajak rumah tangga perusahaan untuk menyediakan barang-barang publik, terutama untuk barang-barang publik yang memiliki rivalry tinggi, seperti internet, telepon selular, lapangan golf, TV cable, dll. Untuk barang-barang publik yang memiliki tingkat rivalry rendah seyogyanya disediakan oleh pemerintah.
Menurut Montesqieu ( klasik ), kekuasaan negara dapat dipisahkan menjadi kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Dalam prakteknya, kekuasaan eksekutif (pemerintah, yaitu presiden dan para pembantunya) lazimnya paling berpengaruh terhadap suatu perekonomian. Peranan Pemerintah dalam perekonomian yaitu :
·          Menetapkan kerangka hukum (legal framework) yang melandasi suatu perekonomian.
·          Mengatur/meregulasi perekonomian dengan alat subsidi dan pajak.
·         Memproduksi komoditas tertentu dan menyediakan berbagai fasilitas seperti kredit , penjaminan pinjaman dan asuransi.
·         Membeli komoditas tertentu termasuk yang dihasilkan oleh perusahaan swasta, misalnya persenjataan.
·         Meredistribusikan (membagi ulang) pendapatan dari suatu kelompok ke kelompok lainnya
·         menyelenggarakan sistem jaminan sosial, misalnya memelihara anak-anak terlantar, menyantuni fakir miskin dan sebagainya.
Ø    Peran pemerintah dalam perekonomian modern terbagi menjadi :
1.    Peran alokasi
a.       Pada dasarnya sumber daya yang dimiliki suatu negara adalah terbatas.
b.      Pemerintah harus menentukan seberapa besar dari sumber daya yang dimiliki akan dipergunakan untuk memproduksi barang-barang publik, dan seberapa besar akan digunakan untuk memproduksi barang-barang individu
c.       Pemerintah harus menentukan dari barang-barang publik yang diperlukan warganya, seberapa besar harus disediakan oleh pemerintah, dan seberapa besar yang dapat disediakan oleh rumah tangga perusahaan


2.    Peran distribusi
a.       Pemerintah harus membuat kebijakan-kebijakan agar alokasi sumber daya ekonomi dilaksanakan secara efisien.
b.      Pemerintah harus membuat kebijakan-kebijakan agar kekayaan terdistribusi secara baik dalam masyarakat, misalnya melalui kebijakan:
·         perpajakan
·         subsidi
·         pengentasan kemiskinan
·         transfer penghasilan dari daerah kaya ke daerah miskin
·         bantuan pendidikan
·         bantuan kesehatan, dll
3.    Peran stabilisasi.
a.       Pada pemerintahan modern saat ini, hampir semua negara menyerahkan roda perekonomiannya kepada pihak swasta / perusahaan.
b.      Pemerintah lebih berperan sebagai stabilisator, untuk menjaga agar perekonomian berjalan normal:
·         Menjaga agar permasalahan yang terjadi pada satu sektor perekonomian tidak merembet ke sektor lain
·         Menjaga agar kondisi perekonomian kondusif :
·         inflasi terkendali
·         sistem keamanan terjamin
·         kepastian hukum terjaga
·         Peran Pemerintah secara Riil.

Hal-hal yang berkenaan dengan peekonomian nasional telah diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33, yaitu :
1.       Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan
2.       Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
3.       Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesare-besar untuk kemakmuran rakyat
4.       Perekonomian ansional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional



Kesimpulan:
Jadi Pemerintah memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian , baik secara penuh maupun tidak penuh :
Secara Penuh pemerintah sebagai :
Ø    Pemilih
Ø    Pengatur
Ø    Perencana
Ø    Pelaksana
Ø    Pengawas



Renungan Hari Pahlawan 10 November

Diposting oleh Dhamar Arif Rahman | Label: | Posted On Kamis, 10 November 2011 at 06.59

10 Nopember 1945

TIDAK banyak masyarakat maupun instansi pemerintah memperingati hari pahlawan, pada 10 Nopember 1945. Pasalnya, hari pahlawan yang jatuh pada tanggal tersebut masih sangat tabu untuk diperingati. Masyarakat lebih suka memperingati hari kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945. Pada hal kalau kita mau melihat sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan tidak sedikit pengorbanan yang diberikan kepada bangsa ini. Harta dan jiwa mereka pertaruhkan, tanpa mengenal pamrih.
Para pahlawan berjuang siang malam bahkan sampai berhari-hari mereka harus meninggalkan keluarga, tinggal di hutan-hutan belantara, tanpa harus meminta imbalan dari siapapun. Jerih payah perjuangan mereka begitu tulus dalam rangka untuk membebaskan diri dari belenggu penjajah asing.

Begitu banyak para pahlawan gugur di medan laga. Begitu banyak harta mereka pertaruhkan. Namun semangat perjuangan mereka hilang begitu saja, seperti tidak terkenang oleh bangsa ini. Mereka malah lebih suka merayakan hari proklamasi kemerdekaan, dengan berbagai kegiatan, serta beraneka ragam budaya di pagelarkan ketika itu.

Sementara nasib para pejuang didalam memerdekakan bangsa ini seolah tiada dikenang, apa lagi diperingati secara besar-besaran. Sebenarnya, kalau mau jujur secara psykologis ada semacam perbedaan karakter dari sebagian anak bangsa di negeri ini. Mereka yang berjuang dengan susah payah didalam merebut kedaulatan bangsa, justru malah tidak dijadikan salah satu momen penting. Akibatnya, anak-anak bangsa di negeri ini sangat tidak mengenang akan hari pahlawan.

Kondisi semacam ini sudah tentu memberikan indikasi pembelajaran yang tidak imbang. Pasalnya, disatu sisi proses pembentukan karakter anak bangsa menjadi terkebiri oleh akibat pembentukan sejarah perjuangan bangsa ini tidak menyentuh secara sporadic kedalam jiwa-jiwa anak bangsa di negeri ini. Disisi lainnya, masyarakat atau dunia historika sama sekali tidak diperkenalkan kepada anak-anak kita. Wajar kalau anak-anak kita lebih kenal dengan hari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dari pada hari pahlawan 10 Nopember 1945.

Gejala semacam itu secara eksplisit harus segera diwujudkan secara transparan kepada anak-anak kita. Sehingga mereka tahu dan mengerti serta memahami bahwa kemerdekaan suatu bangsa tidak terlepas dari pengorbanan para pejuang-pejuang bangsa di negeri ini.

Bukan hanya dilakukan pengenalan itu melalui pengheningan cipta, sambil berucap “ Untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur di medan juang, mari kita semua mengheningkan cipta sejenak “ bukan itu paradoksi pengenalan diri kepada anak-anak penerus bangsa ini. Tapi bagaimana seorang guru maupun tokoh pemerintahan di Negara tercinta ini memberikan pembelajaran terhadap proses pengenalan sebuah hari nasionalisme kepada mereka.

Pengenalan hari patriotisme kepada anak bangsa, bukan hanya sebatas usainya suatu peperangan, melainkan siapa pelaku dari proses peperangan menuju kepada hari kemerdekaan. Bukan juga, mengajak anak-anak untuk pergi ke Makam Pahlawan di Kali Bata sana. Atau mengajak anak-anak pergi melihat kapal-kapal perang milik Angkatan Laut, Darat, maupun Udara. Atau diajak ke museum-museum perjuangan, baik yang ada di Jakarta maupun yang ada di Daerah-Daerah. Hal itu boleh saja dilakukan. Mereka diajak ke sana dalam rangka memberikan pemahaman sejarah perjuangan maupun membentuk karakter mereka agar mengenal alat-alat perang yang dipergunakan saat itu.

Proses pendidikan tidaklah menjadi percuma, sepanjang anak-anak bisa mengenal dan memahami serta mengerti perjalanan maupun perkembangan sejarah bangsa ini. Selain itu, yang harus menjadi pusat perhatian dari pengenalan anak bangsa terhadap hari peringatan, dalam hal ini perlu juga kita mengenalkan pahlawan selain pahlawan revolusi, yaitu “ Pahlawan tanpa tanda jasa “.

Pahlawan satu ini memang berjuang tidak memakai persenjataan canggih. Tapi perjuangan mereka sungguh sangat canggih. Mereka mampu merubah dunia gelap menjadi terang benderang, manusia bodoh menjadi cerdas. Sudah banyak dari tangan-tangan dingin mereka mencuatkan predikat terhormat, baik dimata Nasional maupun Internasional. Melalui pahlawan tanpa tanda jasa tersebut perubahan dunia berubah sangat cepat.

Dunia begitu mengakui peranan pahlawan satu ini. Bahkan melebihi dari peranan pahlawan-pahlawan revolusi. Kalau pahlawan revolusi telah mampu merubah bangsa terjajah menjadi terbebas. Kalau “ Pahlawan Tanpa Tanda Jasa “ mampu merubah sebuah peradaban manusia dari keterpurukan menjadi sebuah bangsa yang beradab.

Melalui ilmu pengetahuan dan tekhnologinya para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut telah mampu mengangkatnya kejenjang sebuah pemikiran maju. Melalui ilmunya, mereka telah mampu membawa bangsa ini kepada bangsa yang mencintai ilmu pengetahuan.

Tidak sedikit para pelajar-pelajar Indonesia berprestasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Baik prestasi Nasional maupun Internasional. Tidak sedikit pula para pelajar kita hasil penelitiannya dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa ini. Untuk kemajuan ilmu pengetahuan. Semua itu adalah berkat jasa para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut didalam merefleksikan ilmunya demi untuk kecerdasan anak bangsa di negeri tercinta Indonesia ini.

Namun sayang, jerih payah perjuangan mereka sedikit sekali yang mau menghargainya. Bahkan kecenderungan di lupakan oleh sebagian masyarakat. Tidak jarang pula, nasib mereka justru terkebiri. Pantas kalau Iwan Fals, menyanyikan sebuah lagunya menyebutkan bahwa Guru itu seperti “Umar Bakri “ gaji kecil selalu dikebiri. 

Profesi seorang guru, tidak begitu terlalu penting. Pasalnya, profesi seorang guru akan menjadi penting, bila koneksitas pekerjaan sudah mencapai titik maksimal. Umpamanya, seorang guru telah menjadi pejabat, seorang guru telah sukses dalam bidangnya baik sebagai professional maupun sebagai pejabat public atau sebagai figure dari suatu profesi. Baru hal itu dikatagorikan sebagai seorang guru yang sukses mendapat prioritas, sportifitas, dari berbagai kalangan. Baru mereka dihargai dan diberikan aplaus.

Jadi perioritas seorang guru harus mendapat tempat pada setiap jejaring produktifitas profesi. Bukan semata diberikan penghargaan, pengenalan, pemahaman, kepada anak bangsa itulah nasib guru. Maka itu “ wahai bapak dan ibu guru, engkaulah pelita hatiku, penerang jiwa hidupku, jasamu tanpa mengenal tanda jasa “ Semoga. *** (Penulis adalah wartawan MADINA)


sumber

Ciuman Ibu Perkuat Kekebalan Bayi

Diposting oleh Dhamar Arif Rahman | Label: | Posted On at 06.57

Ciuman ibu kepada buah hatinya merupakan suatu bentuk tanda kasih sayang yang tidak terukur. Tetapi, tahukah Anda bahwa ciuman seorang ibu juga dapat menjadi bentuk proteksi terhadap anak, terutama untuk mencegah penyakit?
Sebuah kelompok penelitian yang dipimpin oleh Dr Tagg menemukan bahwa ketika seorang ibu mencium bayinya, secara tidak langsung, si ibu akan mentransmisikan sejenis bakteri tertentu yang dapat membantu membangun kekebalan terhadap penyakit seperti pilek dan radang telinga

Bukan hanya itu, pelukan ibu rupanya turut andil dalam mempromosikan pemulihan penyakit lebih cepat. Manfaat kesehatan ini ditemukan dalam sebuah penelitian di Bliss Hospital, terutama pada anak-anak yang lahir prematur di Montreal. Penelitian ini melibatkan 61 bayi.

Dalam penelitiannya, para ilmuwan mengambil sampel darah serta mengukur dan mengamati kecepatan denyut jantung, tingkat oksigen dalam darah dan ekspresi wajah bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi dalam pelukan ibu mengalami proses kesembuhan lebih cepat.

Bayi-bayi ini sepenuhnya lepas dari rasa sakit selama tiga menit setelah mendapatkan peluk dan cium dari ibu mereka. Namun ketika bayi sudah tidak mendapatkan dekapan dan proteksi dari ibu, ada kemungkinan penyakitnya kambuh.


sumber