Disiplin
1. Pengertian Disiplin :
Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya
termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang dirasakan menjadi tanggung
jawab.
Pengertian Disiplin dalam Pekerjaan menurut para Ahli
Disiplin diartikan berbeda menurut beberapa pandangan. Di bawah ini akan
disajikan beberapa pendapat yang membahas mengenai disiplin.
a. Disiplin diartikan oleh Prijodarminto (1993), sebagai suatu kondisi yang
tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang
menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan atau
ketertiban
b. Gibson, Ivancevich, dan Donelly (1985) mendefinisikan disiplin sebagai
penggunaan beberapa bentuk hukuman atau sanksi jika karyawan menyimpang.
Penggunaan hukuman digunakan apabila manajer dihadapkan pada permasalahan
perilaku bawahan yang tidak sesuai dengan peraturan dan prestasi kerja yang di
bawah standar perusahaan
c. Hodges (dalam Avin, 1996), mengatakan bahwa disiplin dapat diartikan sebagai
sikap seseorang atau kelompok yang berniat untuk mengikuti aturan-aturan yang
telah ditetapkan
d. Stuart Emmel (2001) mendefinisikan disiplin sebagai suatu sistem aturan
untuk mengendalikan perilaku. Fungsi utama disiplin di tempat kerja adalah
mendorong karyawan yang belum memuaskan untuk menjadi lebih baik.
e. Singodimedjo (2002, dalam Sutrisno, 2009) mendefinisikan disiplin sebagai
sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan menaati norma-noram
peraturan yang berlaku di sekitarnya. Disiplin karyawan yang baik akan
mempercepat tujuan perusahaan, sedangkan disiplin yang rendah akan menjadi
penghalang dan memperlambat pencapaian tujuan perusahaan.
2. Pengertian dan Macam-macam Disiplin dalam Pandangan Islam
Disiplin adalah kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan suatu sistem yang
mengharuskan orang untuk tunduk kepada keputusan, perintah dan peraturan yang
berlaku. Dengan kata lain, disiplin adalah sikap menaati peraturan dan
ketentuan yang telah ditetapkan tanpa pamrih. Sedangkan Pendisiplinan adalah
usaha-usaha untuk menanamkan nilai ataupun pemaksaan agar subjek memiliki
kemampuan untuk menaati sebuah peraturan. Pendisiplinan bisa jadi menjadi
istilah pengganti untuk hukuman ataupun instrumen hukuman dimana hal ini bisa
dilakukan pada diri sendiri ataupun pada orang lain. Adapun macam-macam bentuk
kedisiplinan dapat dilihat di bawah ini.
Disiplin dalam beribadah
Menurut bahasa, ibadah berarti tunduk atau merendahkan diri. Pengertia yang
lebih luas dalam ajaran Islam, ibadah berarti tunduk dan merendah diri hanya
kepada Allah yang disertai perasaan cinta kepada-Nya. Dari pengertian tersebut,
dapat diketahui bahwa disiplin dalam beribadah itu mengendung 2 hal :
Berpegang teguh apa yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya, baik berupa perintah
atau larangan, maupun ajaran yang bersifat menghalalkan, menganjurkan, sunnah
dan makruh.
Sikap berpegang teguh yang berdasarkan cinta kepada Allah, bukan karena rasa
takut atau terpaksa. Maksud cinta kepada Allah adalah senantiasa taat
kepada-Nya. Perhatikan firman Allah dalam Suat Ali Imran ayat 31.
Sebagaimana telah kita ketahui, ibadah itu dapat digolongkan menjadi dua yaitu
:
a. Ibadah Mahdah (murni) yaitu bentuk ibadah yang langsung berhubungan dengan
allah.
b. Ibadah Ghaira Mahdah (selain mahdah), yang tidak langsung dipersembahkan
kepada allah melainkan melalui hubungan kemanusiaan.
Dalam ajaran Islam banyak ayat Al Qur’an dan Hadist, yang memerintahkan
disiplin dalam arti ketaatan pada peraturan yang telah ditetapkan, antara lain
surat An Nisa ayat 59.
Disiplin adalah kunci sukses, sebab dalam disiplin akan tumbuh sifat yang teguh
dalam memegang prinsip, tekun dalam usaha, pantang mundur dalam kebenaran, dan
rela berkorban untuk kepentingan agama dan jauh dari sifat putus asa.
3. Disiplin dalam penggunaan Waktu
Disiplin dalam penggunaan waktu perlu diperhatikan dengan seksama. Waktu yang
sudah berlalu tak mungkin dapat kembali lagi. Hari yang sudah lewat tak akan
datang lagi. Demikian pentingnya waktu sehingga berbagai bangsa di dunia
mempunyai ungkapan yang menyatakan penghargaan terhadap waktu. Orang Inggris
mengatakan „waktu adalah uang", peribahasa Arab mengatakan „ Waktu adalah
pedang", atau „Waktu adalah peluang emas", dan kita orang Indonesia
mengatakan :" sesal dahulu pendapatan sesal kemudian tak berguna".
Tak dapat dipungkiri bahwa orang-orang yang berhasil mencapai sukses dalam
hidupnya adalah orang-orang yang hidup teratur dan berdisiplin memanfaatkan
waktunya. Disiplin tidak akan datang dengan sendirinya, akan tetapi melalui
latihan yan ketat dalam kehidupan pribadinya.
4. Disiplin diri :
Praktik pendisiplinan diri dapat terjadi dari orang tua kepada anak-anaknya,
pemerintah kepada masyarakat, atau dari diri sendiri kepada diri sendiri.
Sejatinya praktik tersebut entah yang dimulai sejak masa-masa kanak-kanak atau
sesudah dewasa bersifat berkesinambungan (tidak sesaat), fleksibel (tidak
otoriter), ada batas-batas yang pasti mana yang boleh dan tidak boleh, ada
kepastian hukum, dan adanya komunikasi (yang sehat dan konstruktif, tanpa ada
unsur saling merendahkan ayau melecehkan).
Disiplin diri menjadi kata kunci kemajuan dan kesuksesan serta kebesaran
orang-orang besar yang pernah hidup dalam sejarah. Seorang pemimpin, atau
siapa saja bisa mencapai kesejatian di bidangnya masing-masing karena
pernah
mempraktikkan disiplin diri. jadi jika anda ingin sukses. maka langkah
awal
yang anda harus lakukan adalah dengan mendisiplin kan dirikita. Dan
menjadi
pribadi disiplin adalah sebuah langkah awal kita dalam Menggapai Mimpi
atau
sukses.
Membangun Disiplin Diri
Penjelasan paling baik untuk filosofi mengenai bagaimana membangun disiplin
diri adalah analogi. Disiplin diri itu seperti otot. Semakin Anda melatihnya,
semakin kuat Anda. Semakin Anda tidak melatihnya, semakin lemah Anda.
Seperti halnya semua orang memunyai kekuatan otot yang berbeda, kita semua
memiliki tingkat disiplin yang berbeda juga. Setiap orang memiliki disiplin
diri -- jika Anda mampu menahan napas selama beberapa detik, itu berarti Anda
memiliki disiplin diri. Namun begitu, tidak semua orang mengembangkan disiplin
mereka pada tingkat yang sama.
Diperlukan otot untuk membangun otot. Maka dari itu, untuk membangun disiplin
diri, kita memerlukan disiplin diri.
Cara untuk membangun disiplin diri analoginya sama dengan melakukan angkat
beban untuk membangun otot. Ini berarti mengangkat beban sampai mendekati batas
kemampuan/kekuatan. Perhatikan ketika Anda mengangkat beban, Anda mengangkat
beban yang mampu Anda angkat. Anda memaksa otot-otot Anda sampai Anda tidak
kuat lagi dan kemudian beristirahat.
Hampir sama, metode dasar untuk membangun disiplin diri adalah menjalani
tantangan yang mampu Anda selesaikan, tapi untuk menyelesaikannya Anda harus
bersusah payah dan mengerahkan segenap tenaga/kekuatan. Ini bukan berarti
mencoba melakukan sesuatu dan gagal melakukannya setiap hari. Ini juga bukan
berarti Anda harus melakukan sesuatu yang dapat dengan mudah Anda lakukan. Anda
tidak akan mendapatkan kekuatan dengan mengangkat beban yang tidak mampu Anda
angkat dan Anda juga tidak akan mendapatkan kekuatan dengan mengangkat beban
yang terlalu ringan. Anda harus memulai dengan beban/tantangan yang dapat Anda
angkat/jalani, tapi untuk melakukan hal itu, Anda harus bersusah payah sampai
mendekati batas kekuatan Anda.
Latihan progresif berarti sekali Anda sukses, Anda menaikkan tingkat
tantangannya setingkat lebih tinggi. Jika Anda tetap mengangkat beban dengan
berat yang sama setiap waktu, Anda tidak akan bertambah kuat. Demikian halnya,
jika Anda gagal menantang diri Anda sendiri dalam kehidupan, Anda tidak akan
mampu untuk berdisiplin diri.
Adalah suatu kesalahan untuk memaksa diri Anda terlalu keras saat Anda
membangun disiplin diri. Jika Anda mencoba mengubah hidup Anda dalam semalam
dengan menetapkan lusinan tujuan untuk diri Anda sendiri dan keesokan harinya
Anda berharap bisa memulai melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan-tujuan itu
secara konsisten, Anda hampir pasti akan mengalami kegagalan. Hal itu sama
seperti orang yang pergi ke tempat fitnes untuk pertama kalinya dan mencoba
mengangkat beban tiga ratus kilogram. Anda hanya akan terlihat bodoh.
Jika Anda hanya mampu mengangkat sepuluh kilogram beban, Anda hanya bisa
mengangkat sepuluh kilogram beban. Bukan sesuatu yang memalukan jika Anda
memulai dari apa yang bisa Anda lakukan. Dengan latihan, Anda akan menjadi
semakin kuat.
Sama halnya jika sekarang Anda sangat tidak disiplin, Anda masih dapat
menggunakan sedikit disiplin yang Anda miliki untuk dilatih sehingga Anda dapat
menjadi semakin disiplin. Semakin Anda disiplin, hidup Anda semakin mudah untuk
dijalani. Tantangan yang pada mulanya terlihat mustahil bagi Anda untuk
dijalani, akhirnya akan tampak seperti mainan anak-anak. Saat Anda semakin
kuat, berat beban yang sama akan terasa semakin ringan.
Jangan bandingkan diri Anda dengan orang lain. Itu tidak akan menolong. Jika
Anda berpikir bahwa Anda lemah, orang lain akan tampak lebih kuat. Sebaliknya,
jika Anda berpikir bahwa Anda kuat, orang lain akan tampak lebih lemah. Tidak
ada gunanya melakukan hal tersebut. Lihatlah kemampuan Anda sendiri dan
bercita-citalah bahwa Anda akan semakin kuat saat Anda melatih diri.
5. Disiplin dalam bermasyarakat :
Hidup bermasyarakat adalah fitrah manusia. Dilihat dari latar belakang budaya
setiap manusia memiliki latar belakang yang berbeda. Karenanya setiap manusia
memiliki watak dan tingkah laku yang berbeda. Namun demikian, dengan
bermasyarakat, mereka telah memiliki norma-norma dan nilai-nilai kemasyarakatan
serta peraturan yang disepakati bersama, yang harus dihormati dan di hargai
serta ditaati oleh setiap anggota masyarakat tersebut.
6. Disiplin Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara :
Negara adalah alat untuk memeperjuangakan keinginan bersama berdasarkan
kesepakatan yang dibuat oleha para anggota atau warganegara tersebut. Tanpa
adanya masyarakat yang menjadi warganya, negara tidak akan terwujud. Oleh
karena itu masyarakat merupakan prasyarat untuk berdirinya suatu negara. Tujuan
dibentuknya suatu negara adalah agar seluruh keinginan dan cita-cita yang
diidamkan oleh warga masyarakat dapat diwujudkan dan dapat dilaksanakan.
7. Disiplin di sekolah :
Dalam kehidupan sehari-hari sering kita dengar orang mengatakan bahwa si X
adalah orang yang memiliki disiplin yang tinggi, sedangkan si Y orang yang
kurang disiplin. Sebutan orang yang memiliki disiplin tinggi biasanya tertuju
kepada orang yang selalu hadir tepat waktu, taat terhadap aturan, berperilaku
sesuai dengan norma-norma yang berlaku, dan sejenisnya. Sebaliknya, sebutan
orang yang kurang disiplin biasanya ditujukan kepada orang yang kurang atau
tidak dapat menaati peraturan dan ketentuan berlaku, baik yang bersumber dari
masyarakat (konvensi-informal), pemerintah atau peraturan yang ditetapkan oleh
suatu lembaga tertentu (organisasional-formal).
Seorang siswa dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah tidak akan lepas dari
berbagai peraturan dan tata tertib yang diberlakukan di sekolahnya, dan setiap
siswa dituntut untuk dapat berperilaku sesuai dengan aturan dan tata tertib
yang berlaku di sekolahnya. Kepatuhan dan ketaatan siswa terhadap berbagai
aturan dan tata tertib yang yang berlaku di sekolahnya itu biasa disebut
disiplin siswa. Sedangkan peraturan, tata tertib, dan berbagai ketentuan
lainnya yang berupaya mengatur perilaku siswa disebut disiplin sekolah.
Disiplin sekolah adalah usaha sekolah untuk memelihara perilaku siswa agar
tidak menyimpang dan dapat mendorong siswa untuk berperilaku sesuai dengan
norma, peraturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah.
Tujuan disiplin sekolah adalah :
(1) Memberi dukungan bagi terciptanya perilaku yang tidak menyimpang
(2) Mendorong siswa melakukan yang baik dan benar
(3) Membantu siswa memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan
lingkungannya dan menjauhi melakukan hal-hal yang
dilarang oleh sekolah
(4) Siswa belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan bermanfaat
baginya serta lingkungannya.
(5) Menciptakan keamanan dan lingkungan belajar yang nyaman terutama di kelas.
Di dalam kelas, jika seorang guru tidak mampu menerapkan disiplin dengan baik
maka siswa mungkin menjadi kurang termotivasi dan memperoleh penekanan
tertentu, dan suasana belajar menjadi kurang kondusif untuk mencapai prestasi
belajar siswa.
Sumber :
http://arisandi.com/?p=995
http://realndi.multiply.com/journal/item/6
http://id.wikipedia.org/wiki/Disiplin
http://lead.sabda.org/11/oct/2007/kepemimpinan_membangun_disiplin_diri
http://annilasyiva.multiply.com/journal/item/46